Welcome

30 April 2012

Belajar Psikologi Yuk


Bermula dari sebuah iseng-iseng masuk jurusan psikologi hingga benar-benar menyukai. Ternyata belajar psikologi itu sangat mengasikkan, apalagi sekarang mulai diperkenalkan yang namanya alat tes psikologi. Meski alat tes yang ada di kampusku masih belum memadai dan itupun ada yang hilang, tapi sedikitpun tidak mengurangi rasa ingin tahu saya lebih dalam tentang alat tes psikologi dan bagaimana cara menggunakannya. Alat tes psikologi yang sudah saya pelajari yaitu tes BINET, WISC dan WAIS. 

Untuk yang pertama kalinnya  saya membahas ranah psikologi,,jadi di maklumin saja.
Oke...tes pertama yang akan saya bahas yaitu Tes BINET. 

TES BINET
STANDFORD BINET  atau sering dikenal dengan tes Binet. Tes Binet ini adalah salah satu alat tes yang dikembangkan oleh STANDFORD BINET , dimana alat tes ini digunakan untuk mengukur intelegensi anak anak yang memiliki kebutuhan khusus (ABK) dengan berbagai level usia, yaitu mulai usia II samapai usia dewasa superior. Diantaranya usia II sampai V tesnya meningkat dengan nterval setengah tahunan  sehingga terdapat tes untuk usia II, usia II-6, Usia III, Usia III-6 dan seterusnya. Diantara usia V sampai dengan XIV level usia  meningkat dengan interval 1 tahuanan. Level-level  selanjutnya dinmaksudkan  sebagai level dewasa rata-rata dan level dewasa superior I, II, III. Setiap level usia dalam skala ini berisi 6 tes, kecuali untuk level dewasa rata-rata yang berisi 8 tes.

16 Desember 2011

Mengakhiri Rasa

Dimana dirimu sekarang, dirimu pergi meninggalkanku
apakah dirimu baik-baik saja, berada ditempat yang tidak disisik.
sepanjang waktu aku habiskan menunggg, dengan harapan dirimu akan kembali.

Aku akan membiarkan kamu pergi sekarang
aku akan membiarkanmu sekarang.
sekarang, aku akan membiarkan dirimu pergi
aku pasti akan mengakhirinya.

cintaku yang aku pegang erat-erat secara perlahan-lahan menghilang
aku yang merindukan dirimu seperti orang gila yang sudah sembuh.
semua hal yang aku akhiri berharap mngkin kan datang kembali.

cintaku berakhir disini, tapi kerinduan ini tidak akan pernah berakhir
terebak ditenggorokanku dan aku tidak bisa mengatakannya.
mereka menjatuhkan kata-kata yang menyayat hati lebih kejam dari perpisahan.

semua kenangan indah dirimu, sekarang mulai perlahan-lahan mennggalkanku
seperti air mata jatuh, cintaku perlahan-lahan menghilag.



aku yang merindukanmu seperti orang gila yang telah sembuh
semua hal yang sedah aku akhiri berharap cintaku aka kembali padamu
aku harus mengahpus semuanya sekarang untuk sebenarnya
menghapus itu sekarang untuk kebaikan bersama.

29 Oktober 2011

Andai Kau Tahu

Andai kau tahu angin malam menyayatku perlahan-lahan hingga membuat diriku tak kenal efusi keluh resah tak dibuatnya mendengar yang ada hanyalah untaian rerumputan petang menyapaku. kau yang disana mendengarkah apa yang seharusnya kau dengar? atau sedang tulikah dirimu? andai kau tahu.. malam ini menyapa tubuhku,,,, ahhh,,,,,malam ini begitu sulit aku lewati mungkin lewat bahasa angin kau akan mendengar keluhkanku.

30 Mei 2011

Perjalananku

Hari minggu 29 May 2011 kemarin tepatnya dmnq harus singgah disitulah perjalannanku,,yang msh terasa jelas bahwa diriku memang berada dalam situasi yang tidak memungkinkan,, dimana seseorang membutuhkan pelabuhan tuk singgah.
sampai tiba pada saatnya akupun mulai bertanya-tanya ada apa sebenarnya ini,,, ternyata disitu sudah biasa terjadi hal-hal kya' gt,, dan tak asing bagi mereka tuk jadi nontonan bahkan makan malam yg sudah biasa di lahapnya...
ternyata aku baru menyadari bahwa disini masih ada hal yan semacam itu..
sungguh tragis sekali... seseorang yang hidup di kota metropolitan,,
allhamdulillah aku bersyukur pada-Mu karena telah diberi kesempatan untuk belajar hari ini dan seterusnya.
diluar sana masih banyak ank2 yang msh belum mendapatkan pendidikan yang layak,,dan bahkan anak-anak kecil yang menjadi korban ekonomi keluarga.. dan bahkan yang lebih parah lagi mereka menjadi korban perselingkuhan orang tuanya sehingga mengganggu kesehatan fisik dan mental mereka.
ada yang sudah mendapatkan pendidikan tapi orang tuax yang serbagai peran pendudukung bagi anak-anaknya menelantarkan anak-anaknya(dalam artian tidak pernah memperhatikaknya) mereka hany pulang dan pergi dari sekolanya tampa sedikitpun menanyakan kembali atau istilahnya basa -basilah sama anaknya.
bahkan ketika diantar kerumahnya respon yang di dapat tidak seperti biasa,, selayaknya orang tua yan memeprhatikan anaknya.
ehhhmmm.......
saya jadi penasaran kelanjutan perjalananaku ini,, karena kemarin berhubung waktunya tidak memungkinkan untuk melanjutkannya...........